CINTA DALAM KARYA PUISI
Synopsis
Kehadiran buku Cinta dalam Karya Puisi ini seperti hendak mengingatkan bahwa mencari makna cinta adalah persoalan yang khas manusia. Hanya dengan menemukan maknalah, manusia layak menjalani dan bahkan menanggung beban hidup. Tanpa menemukan makna, hidup manusia tidak lebih dari kehidupan fisikal-material:semacam siklus materi, berawal dari materi kembali kepada materi, sebuah dialektika permasalahan dunia kehidupan yang tak berkesudahan.
Buku Cinta dalam Karya Puisi ini tampaknya mesti dibaca juga, tampaknya ada kecenderungan keagamaan yang lebih bersifat legalistik, tekstualistik, dogmatik, dan instrumentalistik-defisit dari segi pemahaman rasional dan spiritualistik. Menunjukkan bahwa hujah rasional itu sama pentingnya dengan hujah skriptural. Bahkan, hujah skriptural pun mesti dipahami dan diterangi dengan hujah rasional. Buku ini menjadi kendaraan bagi sang filsuf untuk mempromosikan akal dalam beragama secara khusus dan dalam kehidupan secara umum.
Penekanan pada segi akal ini bukan berarti mengharuskan setiap orang untuk menemukan agamanya sendiri secara autodidak dengan akalnya saja. Di bagian akhir buku ini akan terlihat bahwa kebenaran yang ditemukan melalui akal ternyata bersambung dan bertaut dengan kebenaran yang ditemukan melalui makna cinta dan keagamaan, cinta dan kemasyarakatan, cinta dan kepribadian.
Akhirnya, sebagai sebuah karya Buku Cinta dalam Karya Puisi, sebetulnya karya ini sendiri sudah berbicara secara fasih dan memikat. Maka, Pengantar Penerbit selamat membaca, selamat menjelajahi petualangan intelektual-spiritual seru bersama makna cinta dalam puisi.